Check This Out

Check This Out Bro & Sis

Kamis, 14 Mei 2015

Working at Height Comics


References : HSE Dept. Leighton Contractor Indonesia

Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Proses Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


1. Konteks Manajemen
Manajemen adalah suatu proses kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen adalah suatu kegiatan yang pelaksanaannya adalah “managing” atau pengelolaan, sedangkan pelaksananya disebut “manager” atau pengelola (Terry, Rue, 1999). Manajemen merupakan suatu bentuk kerja dimana ketika manajer melakukan pekerjaannya, harus melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Dimana fungsi manajemen terdiri dari Planing (Perencanaan), Organizing (Mengorganisasikan),Staffing (Penempatan Staf), Motivating (Motivasi) dan Controlling (Pengendalian)

2. Proses Manajemen
Proses adalah cara sistematik yang sudah ditetapkan dalam melakukan kegiatan. Manajemen dianggap sebagai suatu proses untuk menekankan bahwa semua manajer, tidak peduli bakat atau keterampilan tertentu mereka, terlibat dalam aktivitas yang saling terkait untuk mencapai sasaran yang mereka inginkan.Proses manajemen diuraikan menjadi empat aktivitas manajemen yang utama, yaitu (Stoner et al, 1996) Planing (Perencanaan), Organizing (Mengorganisasikan), Leading (Memimpin) and ontrolling (Pengendalian).


3. Proses Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Menurut Health and Safety Executive (2013), proses manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dapat dijabarkan ke dalam 4 tahapan utama yaitu:
  1. Perencanaan (Plan), Manajemen harus menetapkan arah manajemen K3 yang efektif dengan menetapkan kebijakan K3 yang menjadi bagian integral dari budaya organisasi sebagai nilai-nilai dan standar kinerja. Semua tingkatan manajemen harus memimpin dalam menjamin komunikasi tugas dan manfaat K3 pada seluruh organisasi.Manajemen puncak harus mengembangkan kebijakan untuk menghindari masalah K3 dan harus merespon dengan cepat apabila muncul kesulitan atau risiko yang baru;dan pekerja lainnya harus memastikan bahwa K3 ditangani dengan benar dan tepat.
  2. Pelaksanaan (Do), Pelaksanaan K3 akan bergantung pada sistem manajemen yang efektif untuk memastikan, sejauh mana K3 yang wajar dapat dilaksanakan pada karyawan, pelanggan dan anggota masyarakat. Organisasi harus bertujuan untuk melindungi orang-orang dengan memperkenalkan sistem manajemen dan tindakan yang menjamin bahwa risiko ditangani dengan bijaksana, bertanggung jawab dan proporsional. Manajemen harus mempertimbangkan keterlibatan K3 pada proses kerja yang baru, praktek kerja baru atau pegawai baru, serta menyediakan sumber daya yang memadai untuk melaksanakan tugas dan mencari masukan bila diperlukan. Keputusan rapat manajemen harus dibuat dalam konteks kebijakan K3 organisasi dengan memasukkan rancangan K3 ketika mengimplementasikan perubahan
  3. Pemeriksaan (Check), Pemantauan dan pelaporan merupakan bagian penting dari budaya K3. Sistem manajemen harus memungkinkan manajemen menerima laporan khusus (misalnya insiden) dan laporan rutin terhadap kinerja K3. Informasi K3 sehari-hari banyak yang perlu dilaporkan hanya pada saat review formal. Akan tetapi sistem pemantauan yang kuat dapat memastikan bahwa review formal dapat berjalan sesuai rencana dan bahwa peristiwa tang sesuai dengan keadaan sementara disampaikan pada perhatian manajemen. Dalam pelaksanaannya manajemen harus memastikan bahwa telah dilakukan :
    • Pelaporan infomasi kemajuan program K3 dan data insiden yangterjadi;
    • Audit berkala terhadap efektivitas struktur manajemen dan kontrol risiko K3 yang dilakukan; 
    • Pelaporan perubahan prosedur baru, proses kerja, atau kegagalan K3 utama dilakukan secepatnya ke manajemen;
    • Prosedur penerapan perubahan dan persyaratan hukum yang baru untuk mempertimbangkan perkembangan eksternal lainnya.
  4. Tindakan (Action), 
    Sebuah tinjauan ruang rapat formal kinerja K3 sangat penting untuk dilakukan. Hal ini membantu manajemen untuk menentukan apakah prinsip-prinsip penting K3, kepemimpinan yang kuat dan aktif, keterlibatan pekerja, serta penilaian dan review, telah tertanam dalam organisasi. Hal ini akan memberitahu keefektifan sistem dalam dalam mengelola risiko dan melindungi orang. Manajemen harus melakukan peninjauan ulang K3 setidaknya sekali setahun. Tinjauan Proses harus:
    • Memeriksa apakah kebijakan K3 mencerminkan prioritas saat ini, rencana dan target organisasi;
    • Memeriksa apakah manajemen risiko dan sistem K3 lainnya telah secara efektif dilaporkan ke manajemen;
    • Laporan kekurangan K3 dan efek dari keputusan semua pengurus dan manajemen yang sesuai;
    • Memutuskan tindakan untuk mengatasi setiap kelemahan dan sistem untuk memonitor pelaksanaannya;
    • Mempertimbangkan ulasan langsung dengan fokus pada kelemahan utama atau kejadian peristiwa.
Secara keseluruhan proses manajemen K3 yang dijelaskan di atas dapat di sajikan dalam gambar matriks proses berikut:

Gambar Matriks Proses manajemen K3 
(Health and Safety Executive, 2013)

Prinsip-prinsip penting dalam memimpin proses manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah sbb. (Health and Safety Executive, 2013):
  1. Kepemimpinan yang aktif dan kuat dari atas meliputi Komitmen yang aktif dan terlihat dari manajemen dan membangun sistem komunikasi yang efektif ke bawah dari struktur manajemen serta Integrasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan keputusan bisnis yang baik.
  2. Keterlibatan pekerja meliputi tenaga kerja terlibat dalam peningkatan dan pencapaian kondisi yang selamat dan sehat,Komunikasi ke atas yang efektif dan memberikan pelatihan berkualitas tinggi.
  3. Penilaian dan review meliputi mengidentifikasi dan mengelola risiko keselamatan dan kesehatan, mencari tahu dan mengikuti nasihat yang kompeten dan melakukan pemantauan, pelaporan dan peninjauan ulang kinerja.
Keselamatan dan kesehatan merupakan bagian integral dari kesuksesan. Manajemen yang tidak menunjukkan kepemimpinan pada K3 akan gagal dalam tugas mereka sebagai pengarah, kewajiban moral, serta merusak organisasi mereka. K3 merupakan bagian mendasar dari bisnis. Manajemen membutuhkan seseorang dengan semangat dan energi untuk memastikan K3 tetap merupakan inti dari organisasi. Suatu organisasi tidak akan mampu mencapai standar tertinggi manajemen K3 tanpa keterlibatan aktif menajer. Sikap terhadap K3 ditentukan oleh pimpinan, bukan ukuran organisasi (Health and Safety Executive, 2013).

Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Rabu, 13 Mei 2015

Pembinaan & Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (AK3U)



Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Selasa, 05 Mei 2015

Noise / Kebisingan

Mengacu kepada kepmenaker no. kep-51/men/1999 tentang nilai ambang batas faktor fisika di tempat kerja menjelaskan mengenai definisi kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat- alat proses produksi dan atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Dalam beberapa referensi lain Kebisingan dapat didefinisikan sebagai bunyi yang tidak dikehendaki, karena tidak sesuai dengan konteks ruang dan waktu, sehingga dapat menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan manusia.

Bunyi yang menimbulkan kebisingan disebabkan oleh sumber suara yang bergetar. Getaran sumber suara ini mengganggu keseimbangan molekul molekul udara di sekitarnya, sehingga molekul molekul udara tersebut ikut bergetar. Getaran sumber ini menyebabkan terjadinya gelombang rambatan energi mekanis dalam medium udara menurut pola rambatan longitudinal. Rambatan gelombangdi udara ini dikenal sebagai suara atau bunyi.

Frekuensi suara bising biasanya terdiri dari campuran sejumlah gelombang suara dengan berbagai frekuensi atau disebut juga spektrum frekuensi suara Bising dibedakan menjadi:

  • Bising kontinu : bising ini relatif tetap dalam batas amplitudo kurang lebih 5 dB untuk periode 0.5 detik berturut-turut dan hanya pada frekuensi tertentu saja (misal 500 Hz, 1000 Hz atau 4.000 Hz). Misal, suara generator set, suara turbin gas, dll.
  • Bising terputus putus : bising jenis ini sering disebut juga intermittent noise, yaitu kebisingan tidak berlangsung terus menerus, melainkan ada periode relatif tenang. Misalnya, kebisingan suara lalu lintas, kebisingan di lapangan terbang.
  • Bising impulsif : jenis bising yang memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya. misalnya suara ledakan, tembakan, dll
  • Bising impulsif berulang sama seperti bising impulsif, tetapi terjadi berulang-ulang misalnya pada mesin tempa.
Bising yang dianggap lebih sering merusak pendengaran adalah bising yang bersifat kontinu, terutama yang memiliki spektrum frekuensi lebar dan intensitas yang tinggi.


PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KESEHATAN TENAGA KERJA
Bising menyebabkan berbagai gangguan pada tenaga kerja, seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi dan ketulian.

  • Gangguan fisiologis, bising bernada tinggi sangat menggangu apalagi bila terputus putus atau yang datangnya tiba tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, peningkatan nadi, kontriksi (penyempitan) pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta menyebabkan pucat dan gangguan sensoris.
  • Gangguan psikologis, gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, cepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama daapt menyebabkan penyait psikosomatik berupa gastritis (radang lambung), stress, kelelahan, dll
  • Gangguan komunikasi, gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking efffect (bunyi yang menutupi pendengaran yang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. Gangguan ini bisa menyebabkan teerganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya, gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan tenaga kerja.
  • Gangguan keseimbangan, bising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan berjalan di ruang angkasa atau melayang, yang daapt menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing (vertigo) atau mual-mual.

PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP PENDENGARAN
Pengaruh pada pendengaran adalah gangguan paling serius karena dapat menyebabkan ketulian. Pada awalnya bersifat sementara dan akan segera pulih kembali bila menghindar dari sumber bising, namun bila terus menerus bekerja di tempat bising, daya dengar akan hilang secara menetap dan tidak akan pulih kembali. Pengaruh bising ini dikelompokkan:

  • Temporary Treshold Shift (TTS) : non patologis, bersifat sementara, waktu pemulihan bervariasi, reversibel / bisa kembali normal. Penderita TTS, bila diberi cukup istirahat, daya dengarnya akan pulih sempurna. Untuk suara yang lebih besar dari 85 dB dibutuhkan watu bebas paparan atau istirahat 3-7 hari.
  • Permanent Treshold Shift (PTS) : tuli menetap, patologis, menetap. PTS terjadi karena paparan yang lama dan terus menerus. Ketulian ini disebut tuli perseptif atau tuli sensorineural.
  • Tuli karena trauma akustik : Perubahan pendengaran terjadi secara tiba tiba, karena suara impulsif dengan intensitas tinggi, seperti letusan, ledakan, dan lainnya. Diagnosis mudah dibuat karena penderita dapat mengatakan dengan tepat terjadinya ketulian. Tuli ini biasanya bersifat akut, cepat sembuh secara parsial atau komplit.
STANDAR  PEMAPARAN  KEBISINGAN
Pendengaran akan terganggu apabila tenaga kerja terpapar terus menerus terhadap bising diatas 85 dB, dibanding dengan pemaparan secara intermitten yang kurang berbahaya. Oleh karena itu, Nilai Ambang Batas pendengaran manusia adalah 85 dbA selama 8 jam sehari dan 40 jam seminggu berdasarkan lampiran II Kepmenaker No.Kep 51/Men/1999 Nilai Ambang Kebisingan & Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan

PENGUKURAN KEBISINGAN & ALAT UKUR KEBISINGAN
Untuk materi pengukuran kebisingan dan alat ukur kebisingan akan dibahas pada bagian yang terpisah.

PROGRAM PENCEGAHAN KONSERVASI PENDENGARAN
Manfaat utama program ini adalah mencegah kehilangan pendengaran akibat kerja. Program pencegahan yang dapat dilakukan meliputi hal- hal sebagai berikut : Monitoring paparan bising, Kontrol engineering dan administratif, Evaluasi audiometer, Penggunaan alat pelindung diri (PPE) dan Evaluasi program
  • Monitoring paparan bising, tujuan monitoring paparan bising, yang disebut juga survei bising, adalah untuk: Memperoleh informasi spesifik tentang tingkat kebisingan yang ada pada setiap tempat kerja, Menetapkan tempat-tempat yang akan diharuskan menggunakan APD, Menetapkan pekerja yang harus menjalani pemeriksaan audiometri secara periodik, Menetapkan kontrol bising (baik administratif maupun teknis), Menilai apakah perusahaan telah memenuhi persyaratan UU yang berlaku
  • Evaluasi audiometri, dilakukan pada saat : Pre employment, Penempatan ke tempat bising,  Setiap tahun, bila bising >85 dB, Saat pindah tugas keluar dari tempat bising dan Saat pensiun / purna tugas

JENIS JENIS ALAT PELINDUNG TELINGA & PENGGUNAANNYA
  • Sumbat telinga (Earplug/insert device/aural insert protector), Dimasukkan ke dalam liang telinga sampai menutup rapat, sehingga suara tidak mencapai membran timpani. Sumbat telinga bisa mengurangi bising s/d 30dB lebih.
  • Tutup Telinga (EarMuff/Protective caps/Circumaural Protectors), Menutupi seluruh telinga external dan dipergunakan untuk mengurangi bising sampai dengan 40 dB frekuensi 100 Hz – 8000 Hz.
  • Helmet / Enclosure, Menutupi seluruh kepala dan dipergunakan untuk mengurangi maksimum 35 dBA pada 250 Hz sampai 50 dBA pada frekuensi tinggi. 
  • Pemilihan alat pelindung telinga: Earplug bila bising antara 85 dBA sampai 100 dBA & Earmuff bila diatas 100 dBA

disadur dari artikel kebisingan: https://dokterbagus.wordpress.com/2013/08/30/alat-ukur-kebisingan-sound-meter-level/


Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Fire Safety in the kitchen / Keselamatan Kebakatan di dapur


45% dari kebakaran di rumah mulai di ruang dapur. Pasukan Pemadam Kebakaran NSW menanggapi 1.955 kebakaran di dapur, dan 988 dari jumlah ini disebabkan makanan sedang dimasak tanpa dijaga, Pernahkah anda mengalami hal yang serupa pada saat anda memasak kemudian anda melupakannya atau kemudian tertidur dan seketika asap sudah mengepul dan api sudah ada di wajan anda dan siap untuk melahap semua yang berada di dekat-nya.
Dapur adalah bagian dari rumah yang punya risiko besar mengalami kebakaran. Sayangnya, tak banyak orang mempunyai pengetahuan dan kesiapan untuk mencegah timbulnya kebakaran yang tak terkendali sehingga bukan hanya akan merugikan diri anda sendiri, tetapi juga melibatkan orang lain di sekitar Anda."

Referensi Berdasarkan Penelitian menyatakan :
  • United Kingdom (UK) pada tahun 2006 terjadi kasus kebakaran sebanyak 862.100 kasus,  korban jiwa sebanyak 491 meninggal. Dari sekian banyak kasus kebakaran tersebut, lokasi yang sering terjadi adalah pada bangunan pemukiman, yaitu sebanyak 55.800 kasus. Dari kasus tersebut, 82% kebakaran yang terjadi akibat kecelakaan dan terjadi kebanyakan pada waktu sore hari. Dari kebakaran pada pemukiman tersebut memakan 373 korban jiwa. Penyebab utama dari kebakaran adalah kelalaian atau penyalahgunaan peralatan rumah tangga, terutama peralatan dapur (56%).
  • Sedangkanpada tahun 2006 di Amerika Serikat pada tahun 2006 terjadi 1.642.500 kasus kebakaran terjadi, dengan korban jiwa 3245 meninggal dunia, 16400 cedera, serta kerugian material sebesar $ 11 milyar [ U.S. Fire Administration, FEMA ]




Tindakan Pengendalian/ Sistem Kendali :
  • Makanan yang dimasak tanpa dijaga dapat mengakibatkan kebakaran. Jika Anda harus meninggalkan ruang dapur \sewaktu memasak matikan kompor. 
  • Pastikan agar anak-anak menjauhi dari kompor dan oven sewaktu memasak; pertimbangkan pemasangan pelindung kompor. 
  • Kain, sarung tangan oven dan benda lain yang mudah terbakar dijauhi dari kompor. 
  • Gunakan minyak masak dengan hati-hati, panaskan secara pelan dan gunakan panci berukuran benar dan pastikan nyala cukup kecil untuk mencegah minyak memercik.
  • Bersihkan sisi kompor setelah tiap pemakaian dan bersihkan penyaring penyedot asap dan semua perkakas memasak secara berkala. 
  • Air tidak memadamkan kebakaran lemak/minyak – jangan sekali-kali menyiram air pada minyak yang terbakar. Air dapat  mengakibatkan kebakaran seperti ini merebak lebih cepat dan juga menyebabkan luka bakar yang parah.
  • Pasanglah pemadam api dan selimut api di dapur dan ketahuilah cara untuk menggunakannya. Sebaiknya diletakkan sekurang-kurangnya 1 meter dari kompor, antara kompor dan pintu keluar yang terdekat.
  • Jika minyak masak terbakar, padamkan kompor dan letakkan penutup ke atas panci atau gunakan selimut api untuk memadamkan kebakaran. Jangan membawa panci yang berisi minyak yang panas atau terbakar ke seluruh rumah karena ini api mungkin merebak dan mengakibatkan luka-luka. Biarkan minyak dingin semula sebelum mengangkat penutup karena minyak mungkin menyala kembali. 
  • Jika terjadi kebakaran di ruang dapur dan Anda kurang yakin memadamkannya karena lanjut usia atau sebab lain, matikan perkakas, keluar dari ruang dapur dan hubungilah Pasukan Pemadam Kebakaran dari tempat yang aman
  • Pastikan agar perkakas memasak dimatikan setelah dipakai.
untuk lebih lanjut silahkan lihat artikel di : www.fire.nsw.gov.au


Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Senin, 17 November 2014

Eyes on The Road Alert

Eyes on The Road Alert by Volkswagen

Penggunaan ponsel saat berkendara telah menjadi salah satu penyebab utama kematian di belakang kemudi  "Menggunakan ponsel saat Anda mengendarai kendaraan bergerak sangatlah berbahaya. Karena bukan hanya akan merugikan diri anda sendiri, tetapi juga melibatkan orang lain di sekitar Anda."

Referensi Berdasarkan Penelitian menyatakan :
  • WHO (World Health Organitation) menyatakan bahwa Sekitar 1,3 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas jalan (mewakili 2,1% angka kematian global). Hampir setengah (46%) dari mereka yang mengalami kecelakaan di jalan-jalan di dunia adalah "pengguna jalan rentan" termasuk pengendara sepeda motor
  • Tanpa tindakan, kecelakaan lalu lintas jalan diperkirakan akan menghasilkan kematian sekitar 1,9 juta orang per tahun pada tahun 2020.
  • di Indonesia tahun 2010 jumlah korban yang terpicu pemakaian handphone adalah 1.000 korban jiwa, jumlah presentase  sekitar 1.67-2%, dimana 1% = 500 korban jiwa, Tanpa tindakannya nyata presentase akan semakin meningkat setiap tahunnya.
  • Indonesia telah merumuskan UU No  22 TAHUN 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 1, Pasal 310, Pasal 311 Menurut KUHP Pasal 359 & 360
Tindakan Pengendalian/ Sistem Kendali :
  • Demi keselamatan Anda dan orang lain, jangan menggunakan Ponsel atau mengetik SMS saat mengendarai kendaraan bergerak
  • Jika anda memiliki fitur Auto Reply aktifkanlah secara manual,  seperti : Hi, Saya sedang mengemudi, setibanya dipemberhentian pertama saya akan menghubungi anda, terima kasih. atau anda dapat menggunakan fitur ini : Eyes on The Road di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.capience.samsungdriving&hl=en

Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Check This Out (2)

Check This Out (3)