Check This Out

Check This Out Bro & Sis

Rabu, 13 Mei 2015

Pembinaan & Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (AK3U)



Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Selasa, 05 Mei 2015

Noise / Kebisingan

Mengacu kepada kepmenaker no. kep-51/men/1999 tentang nilai ambang batas faktor fisika di tempat kerja menjelaskan mengenai definisi kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat- alat proses produksi dan atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Dalam beberapa referensi lain Kebisingan dapat didefinisikan sebagai bunyi yang tidak dikehendaki, karena tidak sesuai dengan konteks ruang dan waktu, sehingga dapat menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan manusia.

Bunyi yang menimbulkan kebisingan disebabkan oleh sumber suara yang bergetar. Getaran sumber suara ini mengganggu keseimbangan molekul molekul udara di sekitarnya, sehingga molekul molekul udara tersebut ikut bergetar. Getaran sumber ini menyebabkan terjadinya gelombang rambatan energi mekanis dalam medium udara menurut pola rambatan longitudinal. Rambatan gelombangdi udara ini dikenal sebagai suara atau bunyi.

Frekuensi suara bising biasanya terdiri dari campuran sejumlah gelombang suara dengan berbagai frekuensi atau disebut juga spektrum frekuensi suara Bising dibedakan menjadi:

  • Bising kontinu : bising ini relatif tetap dalam batas amplitudo kurang lebih 5 dB untuk periode 0.5 detik berturut-turut dan hanya pada frekuensi tertentu saja (misal 500 Hz, 1000 Hz atau 4.000 Hz). Misal, suara generator set, suara turbin gas, dll.
  • Bising terputus putus : bising jenis ini sering disebut juga intermittent noise, yaitu kebisingan tidak berlangsung terus menerus, melainkan ada periode relatif tenang. Misalnya, kebisingan suara lalu lintas, kebisingan di lapangan terbang.
  • Bising impulsif : jenis bising yang memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya. misalnya suara ledakan, tembakan, dll
  • Bising impulsif berulang sama seperti bising impulsif, tetapi terjadi berulang-ulang misalnya pada mesin tempa.
Bising yang dianggap lebih sering merusak pendengaran adalah bising yang bersifat kontinu, terutama yang memiliki spektrum frekuensi lebar dan intensitas yang tinggi.


PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KESEHATAN TENAGA KERJA
Bising menyebabkan berbagai gangguan pada tenaga kerja, seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi dan ketulian.

  • Gangguan fisiologis, bising bernada tinggi sangat menggangu apalagi bila terputus putus atau yang datangnya tiba tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, peningkatan nadi, kontriksi (penyempitan) pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta menyebabkan pucat dan gangguan sensoris.
  • Gangguan psikologis, gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, cepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama daapt menyebabkan penyait psikosomatik berupa gastritis (radang lambung), stress, kelelahan, dll
  • Gangguan komunikasi, gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking efffect (bunyi yang menutupi pendengaran yang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. Gangguan ini bisa menyebabkan teerganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya, gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan tenaga kerja.
  • Gangguan keseimbangan, bising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan berjalan di ruang angkasa atau melayang, yang daapt menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing (vertigo) atau mual-mual.

PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP PENDENGARAN
Pengaruh pada pendengaran adalah gangguan paling serius karena dapat menyebabkan ketulian. Pada awalnya bersifat sementara dan akan segera pulih kembali bila menghindar dari sumber bising, namun bila terus menerus bekerja di tempat bising, daya dengar akan hilang secara menetap dan tidak akan pulih kembali. Pengaruh bising ini dikelompokkan:

  • Temporary Treshold Shift (TTS) : non patologis, bersifat sementara, waktu pemulihan bervariasi, reversibel / bisa kembali normal. Penderita TTS, bila diberi cukup istirahat, daya dengarnya akan pulih sempurna. Untuk suara yang lebih besar dari 85 dB dibutuhkan watu bebas paparan atau istirahat 3-7 hari.
  • Permanent Treshold Shift (PTS) : tuli menetap, patologis, menetap. PTS terjadi karena paparan yang lama dan terus menerus. Ketulian ini disebut tuli perseptif atau tuli sensorineural.
  • Tuli karena trauma akustik : Perubahan pendengaran terjadi secara tiba tiba, karena suara impulsif dengan intensitas tinggi, seperti letusan, ledakan, dan lainnya. Diagnosis mudah dibuat karena penderita dapat mengatakan dengan tepat terjadinya ketulian. Tuli ini biasanya bersifat akut, cepat sembuh secara parsial atau komplit.
STANDAR  PEMAPARAN  KEBISINGAN
Pendengaran akan terganggu apabila tenaga kerja terpapar terus menerus terhadap bising diatas 85 dB, dibanding dengan pemaparan secara intermitten yang kurang berbahaya. Oleh karena itu, Nilai Ambang Batas pendengaran manusia adalah 85 dbA selama 8 jam sehari dan 40 jam seminggu berdasarkan lampiran II Kepmenaker No.Kep 51/Men/1999 Nilai Ambang Kebisingan & Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan

PENGUKURAN KEBISINGAN & ALAT UKUR KEBISINGAN
Untuk materi pengukuran kebisingan dan alat ukur kebisingan akan dibahas pada bagian yang terpisah.

PROGRAM PENCEGAHAN KONSERVASI PENDENGARAN
Manfaat utama program ini adalah mencegah kehilangan pendengaran akibat kerja. Program pencegahan yang dapat dilakukan meliputi hal- hal sebagai berikut : Monitoring paparan bising, Kontrol engineering dan administratif, Evaluasi audiometer, Penggunaan alat pelindung diri (PPE) dan Evaluasi program
  • Monitoring paparan bising, tujuan monitoring paparan bising, yang disebut juga survei bising, adalah untuk: Memperoleh informasi spesifik tentang tingkat kebisingan yang ada pada setiap tempat kerja, Menetapkan tempat-tempat yang akan diharuskan menggunakan APD, Menetapkan pekerja yang harus menjalani pemeriksaan audiometri secara periodik, Menetapkan kontrol bising (baik administratif maupun teknis), Menilai apakah perusahaan telah memenuhi persyaratan UU yang berlaku
  • Evaluasi audiometri, dilakukan pada saat : Pre employment, Penempatan ke tempat bising,  Setiap tahun, bila bising >85 dB, Saat pindah tugas keluar dari tempat bising dan Saat pensiun / purna tugas

JENIS JENIS ALAT PELINDUNG TELINGA & PENGGUNAANNYA
  • Sumbat telinga (Earplug/insert device/aural insert protector), Dimasukkan ke dalam liang telinga sampai menutup rapat, sehingga suara tidak mencapai membran timpani. Sumbat telinga bisa mengurangi bising s/d 30dB lebih.
  • Tutup Telinga (EarMuff/Protective caps/Circumaural Protectors), Menutupi seluruh telinga external dan dipergunakan untuk mengurangi bising sampai dengan 40 dB frekuensi 100 Hz – 8000 Hz.
  • Helmet / Enclosure, Menutupi seluruh kepala dan dipergunakan untuk mengurangi maksimum 35 dBA pada 250 Hz sampai 50 dBA pada frekuensi tinggi. 
  • Pemilihan alat pelindung telinga: Earplug bila bising antara 85 dBA sampai 100 dBA & Earmuff bila diatas 100 dBA

disadur dari artikel kebisingan: https://dokterbagus.wordpress.com/2013/08/30/alat-ukur-kebisingan-sound-meter-level/


Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Fire Safety in the kitchen / Keselamatan Kebakatan di dapur


45% dari kebakaran di rumah mulai di ruang dapur. Pasukan Pemadam Kebakaran NSW menanggapi 1.955 kebakaran di dapur, dan 988 dari jumlah ini disebabkan makanan sedang dimasak tanpa dijaga, Pernahkah anda mengalami hal yang serupa pada saat anda memasak kemudian anda melupakannya atau kemudian tertidur dan seketika asap sudah mengepul dan api sudah ada di wajan anda dan siap untuk melahap semua yang berada di dekat-nya.
Dapur adalah bagian dari rumah yang punya risiko besar mengalami kebakaran. Sayangnya, tak banyak orang mempunyai pengetahuan dan kesiapan untuk mencegah timbulnya kebakaran yang tak terkendali sehingga bukan hanya akan merugikan diri anda sendiri, tetapi juga melibatkan orang lain di sekitar Anda."

Referensi Berdasarkan Penelitian menyatakan :
  • United Kingdom (UK) pada tahun 2006 terjadi kasus kebakaran sebanyak 862.100 kasus,  korban jiwa sebanyak 491 meninggal. Dari sekian banyak kasus kebakaran tersebut, lokasi yang sering terjadi adalah pada bangunan pemukiman, yaitu sebanyak 55.800 kasus. Dari kasus tersebut, 82% kebakaran yang terjadi akibat kecelakaan dan terjadi kebanyakan pada waktu sore hari. Dari kebakaran pada pemukiman tersebut memakan 373 korban jiwa. Penyebab utama dari kebakaran adalah kelalaian atau penyalahgunaan peralatan rumah tangga, terutama peralatan dapur (56%).
  • Sedangkanpada tahun 2006 di Amerika Serikat pada tahun 2006 terjadi 1.642.500 kasus kebakaran terjadi, dengan korban jiwa 3245 meninggal dunia, 16400 cedera, serta kerugian material sebesar $ 11 milyar [ U.S. Fire Administration, FEMA ]




Tindakan Pengendalian/ Sistem Kendali :
  • Makanan yang dimasak tanpa dijaga dapat mengakibatkan kebakaran. Jika Anda harus meninggalkan ruang dapur \sewaktu memasak matikan kompor. 
  • Pastikan agar anak-anak menjauhi dari kompor dan oven sewaktu memasak; pertimbangkan pemasangan pelindung kompor. 
  • Kain, sarung tangan oven dan benda lain yang mudah terbakar dijauhi dari kompor. 
  • Gunakan minyak masak dengan hati-hati, panaskan secara pelan dan gunakan panci berukuran benar dan pastikan nyala cukup kecil untuk mencegah minyak memercik.
  • Bersihkan sisi kompor setelah tiap pemakaian dan bersihkan penyaring penyedot asap dan semua perkakas memasak secara berkala. 
  • Air tidak memadamkan kebakaran lemak/minyak – jangan sekali-kali menyiram air pada minyak yang terbakar. Air dapat  mengakibatkan kebakaran seperti ini merebak lebih cepat dan juga menyebabkan luka bakar yang parah.
  • Pasanglah pemadam api dan selimut api di dapur dan ketahuilah cara untuk menggunakannya. Sebaiknya diletakkan sekurang-kurangnya 1 meter dari kompor, antara kompor dan pintu keluar yang terdekat.
  • Jika minyak masak terbakar, padamkan kompor dan letakkan penutup ke atas panci atau gunakan selimut api untuk memadamkan kebakaran. Jangan membawa panci yang berisi minyak yang panas atau terbakar ke seluruh rumah karena ini api mungkin merebak dan mengakibatkan luka-luka. Biarkan minyak dingin semula sebelum mengangkat penutup karena minyak mungkin menyala kembali. 
  • Jika terjadi kebakaran di ruang dapur dan Anda kurang yakin memadamkannya karena lanjut usia atau sebab lain, matikan perkakas, keluar dari ruang dapur dan hubungilah Pasukan Pemadam Kebakaran dari tempat yang aman
  • Pastikan agar perkakas memasak dimatikan setelah dipakai.
untuk lebih lanjut silahkan lihat artikel di : www.fire.nsw.gov.au


Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Senin, 17 November 2014

Eyes on The Road Alert

Eyes on The Road Alert by Volkswagen

Penggunaan ponsel saat berkendara telah menjadi salah satu penyebab utama kematian di belakang kemudi  "Menggunakan ponsel saat Anda mengendarai kendaraan bergerak sangatlah berbahaya. Karena bukan hanya akan merugikan diri anda sendiri, tetapi juga melibatkan orang lain di sekitar Anda."

Referensi Berdasarkan Penelitian menyatakan :
  • WHO (World Health Organitation) menyatakan bahwa Sekitar 1,3 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas jalan (mewakili 2,1% angka kematian global). Hampir setengah (46%) dari mereka yang mengalami kecelakaan di jalan-jalan di dunia adalah "pengguna jalan rentan" termasuk pengendara sepeda motor
  • Tanpa tindakan, kecelakaan lalu lintas jalan diperkirakan akan menghasilkan kematian sekitar 1,9 juta orang per tahun pada tahun 2020.
  • di Indonesia tahun 2010 jumlah korban yang terpicu pemakaian handphone adalah 1.000 korban jiwa, jumlah presentase  sekitar 1.67-2%, dimana 1% = 500 korban jiwa, Tanpa tindakannya nyata presentase akan semakin meningkat setiap tahunnya.
  • Indonesia telah merumuskan UU No  22 TAHUN 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 1, Pasal 310, Pasal 311 Menurut KUHP Pasal 359 & 360
Tindakan Pengendalian/ Sistem Kendali :
  • Demi keselamatan Anda dan orang lain, jangan menggunakan Ponsel atau mengetik SMS saat mengendarai kendaraan bergerak
  • Jika anda memiliki fitur Auto Reply aktifkanlah secara manual,  seperti : Hi, Saya sedang mengemudi, setibanya dipemberhentian pertama saya akan menghubungi anda, terima kasih. atau anda dapat menggunakan fitur ini : Eyes on The Road di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.capience.samsungdriving&hl=en

Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Jumat, 28 Februari 2014

Lindungi Tangan Anda / Protect your Hands

Menurut U. S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cedera tangan mencapai 1,080,000  kunjungan gawat darurat oleh pekerja per tahun di Amerika Serikat. Lebih dari 110.000 days-away dari pekerjaan  diperkirakan dari tangan dan jari luka. termasuk ketegangan dan cedera keseleo, 

menurut  U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS). untuk informasi lanjut silahkan lihat http://www.bestglove.com/site/content/pdf/keepglovesondgroce.pdf

Tangan adalah organ yang sangat kompleks dengan begitu banyak sendi, ligamen, tendon dan saraf yang bekerja tidak hanya memiliki fungsi motorik tetapi juga sebagai sarana merespon sesuatu. di bidang konstruksi khususnya pekerjaan sipil dan pembesian cidera tangan sering kali terjadi walaupun ringan tetapi jangan pernah menganggap remeh "Bisa membahayakan jika tidak segera ditangani dengan baik karena merupakan organ dengan jaringan yang sangat rumit”



BETAPA PENTINGNYA TANGAN ANDA ?
LATIHAN PRAKTIS
Selipkan ibu jari anda pada telapak tangan
Sekarang silahkan anda coba ikat tali sepatu anda?

Bagaimana?

Tidak Mudah Bukan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Center for Construction Research and Training (CPWR), Welch et al. terdapat 3000 kasus dimana penyebab utama dari cidera tangan adalah terpotong dan tertusuk benda dan jari serta tangan adalah bagian tubuh yang paling sering terjadi di antara para pekerja konstruksi dimana terdapat 1 1/3 kunjungan ruang gawat darurat dan 15% diantaranya adalah luka-luka amputasi, amputasi parsial, meremukka dan patah tulang.

Menurut U. S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Cedera tangan umumnya diakibatkan oleh luka tusukan dan biaya industri konstruksi yang dikeluarkan sebesar $ 382.000.000 setiap tahunnya angka cedera ini adalah yang kedua setelah kembali cedera keseleo U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS), 70% pekerja yang mengalami cedera tangan tidak memakai sarung tangan dan Sisanya 30% pekerja terluka yangn tidak memakai sarung tangan, tapi mengalami luka karena sarung tangan yang tidak memadai, rusak atau salah untuk jenis bahaya ini. sehingga dasar ini bisa menjadi acuan terhadap kebutuhan perlindungan pada tangan anda.

berikut adalah beberapa gangguan dan keluhan yang dapat menimpa tangan anda diantaranya adalah:

  • Repetitive Strain Injury (RSI) Adalah cidera pada sistem muskuloskeletal dan saraf yang disebabkan melakukan pekerjaan yang berulang dengan pengerahan tenaga kuat, getaran, kompresi mekanik (menekan permukaan keras)
  • Trigger Finger Dapat terjadi karena perlukaan karena  penggunaan berlebihan  akibat  aktivitas berulang atau gerakan yang terus menerus (berulang) atau sering terjadi. Gerakan yang bersifat pengulangan berlebihan misalnya gerakan memeras, atau menggenggam peralatan, menggunakan peralatan.Gejala yang dirasakan biasanya rasa nyeri dan gerakan jari yang tidak mulus (popping sensations) , terkadang jari terkenci saat menekuk (lock down into the palm) , dapat juga terkunci pada posisi jari lurus (lock out straight).  
  • Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Carpal Tunnel Syndrome, disingkat CTS) adalah penyakit di pergelangan tangan karena saraf yang tertekan dan menimbulkan gejala nyeri, mati rasa, dan parestesia (kesemutan atau seperti terbakar). Saraf yang tertekan adalah saraf median yang terentang antara lengan bawah dan telapak tangan di dalam lorong karpal.
  • Patah Tulang  adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya (Smeltzer S.C & Bare B.G, 2001) atau setiap retak atau patah pada tulang yang utuh (Reeves C.J, Roux G & Lockhart R, 2001).
beberapa gangguan dan keluhan pada tangan diatas disadur melalui : http://www.hd.co.id/info-kesehatan/pahami-cidera-tangan-berikut


Berikut penyebab paling umum terjadinya cidera tangan :
  1. Cedera tangan dapat dikaitkan dengan  kegiatan dengan menggunakan mesin/peralatan
  2. Cedera tangan dapat dikaitkan dengan kegiatan Penggunaan bahan atau material  dalam proses kerja
  3. Cedera tangan dapat dikaitkan dengan kegiatan Penggunaan Perkakas tangan yang tidak sesuai / rusak
Berikut penyebab paling umum terjadinya cidera tangan

  1. Kekuatan, gerakan berulang yang berlebihan, postur canggung, kontak dengan kondisi permukaan, iritasi kulit dari kontak dan paparan berbahaya zat, luka bakar dari kontak atau paparan listrik, bahan kimia dan zat panas, tusukan dari alat dan benda tajam lainnya, lecet, luka.
  2. Kurangnya Kesadaran akan bekerja dengan aman
  3. Mengabaikan Prosedur Keselamatan Kerja
  4. Menggunakan Peralatan  yang rusak dan dalam kondisi yang tidak aman
  5. Pemilihan peralatan yang tidak tepat
  6. Tidak Mempunyai pengetahuan tentang pekerjaan yang dilakukan
  7. Kecerobohan dan tingkah laku yang kurang aman, Over confindet : “Tidak akan Terjadi Pada diri Saya” , Take Shotcut :“Cara ini Lebih cepat dilakukan”, Stubborn  : “Saya sudah melakukan ini sebelum anda lahir

Cidera tangan harus segera dilaporkan dan diobati segera dan benar, untuk ditindak lanjuti karena ditakutkan terjadi komplikasi lebih lanjut.

Apakah anda memperhatikan tangan anda saat bekerja dengan menggunakan alat untuk menghindari cidera terpotong, terjepi, remuk, terbakar dan lainnya pada diri anda dan orang lain...

Berikut ini adalah tips untuk menjaga keselamatan tangan anda ?
  1. Tetaplah memperhatikan tangan Anda saat menggunakan peralatan – jangan terbagi perhatian dan berpaling
  2. Pastikan Anda menggunakan sarung tangan yang tepat untuk melindungi tangan Anda di semua aktifitas
  3. Jika ada resiko terlilit pada alat yang berputar, yang terbaik adalah tidak menggunakan sarung tangan – terutama sarung tangan yang longgar
  4. Membiasakan diri membawa sarung tangan sepanjang hari, sehingga selalu ada saat dibutuhkan
  5. Jangan pernah meletakkan tangan Anda di dekat titik pengangkatan atau di antara beban dan benda tetap

Cidera tangan sangat sering terjadi di project tapi mudah untuk dihindari dengan melaksanakan praktek kerja yang baik

Semoga Bermanfaat & Terima Kasih

Andry Kurniawan, SKM.,MKKK.
"Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business",
More info: Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com, CP : (+62)81219662291
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Senin, 24 Februari 2014

Budaya Kepemimpinan / Leadership Culture

Menanamkan Budaya Kepemimpinan didalam Pelaksanaan kegiatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Safety Leadership is "The process of defining the desired state, setting up the team to succeed,  and engaging inthe discretionary efforts that drive the safety value," which broadly boils down to "engaging in and maintaining behaviorsthat help others achieve our safety goals"


Telah diketahui bahwa kepemimpinan sangatlah penting dalam menciptakan suatu budaya yang mendukung dan memajukan kinerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang kuat di dalam suatu organisasi. Tidak mudah untuk membangun sebuah budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja sehingga diperlukan usaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari insiden dengan pelaksanaan keselamatan yang terstruktur, sistematis dan secara terus menerus melakukan peninjauan kembali terhadap apa yang telah dilakukan untuk pengendalian operasi yang lebih baik. Komitmen terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerjaakan berkontribusi terhadap peningkatan operasi, penurunan biaya dan peningkatan produktifitas. Komitmen dari Top Level Management merupakan katalisator utama dalam keterlibatan manajemen dan pertisipasi pekerja untuk mendukung pencapaian target objektif dari pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di suatu organisasi.

Seorang pemimpin dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan atau target objektif yang diinginkan, transformational leader dapat membuat dampak positif pada sikap, perilaku dan kinerja organisasi. Perubahan suatu budaya perilaku yang aman dalam sebuah organisasi tidak akan dapat dilakukan secara efektif tanpa adanya perubahan terhadap kepemimpinan yang orientasinya berpihak pada penerapan kegiatan kesehatan dan keselamatan kerja. Banyak sekali konsep-konsep serta metode mengenai Kepemimpinan  yang telah dikembangkan berdasarkan pendekatan keilmuan yang berkembang dan digunakan sebagai pedoman dan acuan didalam menyusun sebuah program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang terukur untuk memperkecil angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Namun tidak semua dari program yang diaplikasikan mencapai target objektif yang telah ditentukan dikarenakan kesalahan didalam mengadopsi sebuah konsep dan metode mengenai kepemimpinan dalam kesehatan dan keselamatan kerja.

Pada dasarnya masing-masing konsep serta metode Kepimipinan dalam aspek K3 mempunyai kelebihan dan kekurangan didalam aplikasinya sehingga indikator yang digunakan didalam mengembangkan sebuah program Kesehatan dan Keselamatan Kerja sebaiknya tidak bersifat tunggal dalam menggambarkan permasalahan budaya pekerja sehingga melupakan indikator penting lainnya pada sebuah kerangka sistem . Hal ini dapat dilihat bahwa masih banyak orang berfikir faktor kesalahan manusia menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan. 

The Safety Culture of an organisation is the product of the individual and
group values, attitudes, perceptions, competencies and patterns of behaviour that determine the commitment to, and the style and proficiency of, an organisation’s health and safety management.

Lebih detail silahkan lihat : http://www.managementbriefs.com/_media/pdfs/safety_matters_chapter3.pdf


Dengan implementasi pengendalian ketat, Indikator terdepan (Lead Indicator) atau penentuan Key Performance Indeks (KPI) pada rencana pelaksanaan suatu program yang dilakukan secara teratur tidak hanya meningkatkan keyakinan manajemen tetapi juga suatu tindakan yang nyata yang dapat dilihat oleh pekerja terhadap komitmen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.


Meningkatan Fokus pada Prilaku yang AMAN
Program harusnya di fokuskan kepada "safe Behaviour" dengan cara mengembangkan "Safe Behaviour Influencer Framework"- kerangka kerja yang berisi program-program dan inisiatif penting:
  • Program pelatihan kesadaran berprilaku aman-dilakukan sebagai dukungan terhadap kegiatan-kegiatan beresiko tinggi sesuai dengan kualifikasi pekerja berdasarkan Training Matriks
  • Pengharapan untuk level staff senior-Sebuah program harusnya dikembangkan untuk Semua staf manajemen senior akan di evaluasi berdasarkan pendekatan/perilaku Safety Leadership menggunakan proses evaluasi terstruktur yang akan mengidentifikasi posisi mereka terkait benchmark leadership yang diharapkan.
  • Kampanye topik kritis-memperkenalan kampanye topik kritis, yang diluncurkan dalam program terstruktur dan inisiatif yang telah disetujui berdasarkan hasil prilaku yang diinginkan terkait dengan risiko-risiko utama
  • Alert Komik Pekerja topik kritis  (Critical Topic worke comic Alerts) serta video keselamatan-dikembangkannya komik dan video mengenai Alur cerita yang dikembangkan berdasarkan insiden nyata dengan pesan pesan kunci yang strategis dengan fokus pada hasil prilaku yang inginkan terkait dengan insiden tertentu.
  • Booklet (Identifikasi dan penilaian Bahaya)-dikembangkannya sebuah Kartu yang berfungsi untuk sebagai pengingat dalam merencanakan semua kegiatan kerja dan memastikan  bahwa pekerja memahami risiko yang ada dan mampu mengembangkan sistem kendali serta melakukan pengawasan secara terus menerus untuk memastikan semua proses sampai dengan pekerjaan utam mereka selesai harus dilakukan dengan aman.
  • Pengharapan dari staf Frontline-dikembangkannya 'safety Performance Expectations" meruapakan salah satu kunci dari penerapan kesehatan dan keselamatan kerja sesuai dengan peranan masing-masing pekerja 

Kompleksitas aplikasi konsep prilaku sehat dan selamat seharusnya bukan merupakan hambatan didalam mengembangkan sebuah program budaya kesehatan dan keselamatan kerja sehingga melalui komitmen terhadap implementasi budaya kepemimpinan akan memiliki dampak yang signifikan terhadap pandangan pekerja tentang komitmen manajemen terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.


Semoga Bermanfaat & Terima Kasih
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) "Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business", More information : Andryzsafe@yahoo.com/Andryzsafety@gmail.com/andry.kurniawan@halliburton.com
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme

Check This Out (2)

Check This Out (3)