Bahan Mudah terbakar dan Meledak
1) Lower
Explosive Limit (LEL) : Jumlah prosentase minimun gas yang dibutuhkan untuk penyalaan
2) Upper
Explosive
Limit (UEL)
: Jumlah presentase maksimum gas yang dibutuhkan untuk penyalaan
Untuk proses pembakaran, udara harus terdapat
minimal konsentrasi gas mudah terbakar atau menguap. Jumlah (persentase volume) uap atau gas yang
dapat terbakar
(flammable gas) dalam udara akan terbakar bila ada percikan api, diantara Lower
Explosive Limit ( LEL) dan Upper Explosive Limit (UEL) Konsentrasi tersebut berada diatas 5% LEL dan dibawah 10% UEL CH4 Methane,
maka pembakaran akan terjadi jika terdapat sumber pembakaran , seperti pencetus panas Jika campuran gas terbakar didalam confined space menjadi sangat berbahaya karena keterbatasan ruang untuk evakuasi level oksigen akan turung dengan cepat, Asap akan terkumpul didalam ruangan tersebut , Panas akan naik dengan cepat dan menyulitkan untuk evakuasi.
Untuk masing -masing jenis Gas (LEL-UEL)
Konsentrasi Paparan Gas
Time Weighted Average (TWA)
Nilai Ambang Batas suatu zat selama 8 jam sehari dalam 40 jam kerja per minggu, dimana diyakini bahwa hampir semua pekerja yang terpapar berulang – ulang tidak akan menderita efek yang merugikan
Short Term Exposure Limit (STEL)
Konsentrasi suatu zat dimana para pekerja diijinkan terpapar secara terus menerus dalam waktu yang singkat tanpa mengalami Iritasi;Kerusakan jaringan yang tidak bisa pulih kembali, Paparan pada STEL tidak boleh lebih dari 15 menit dan tidak boleh diulangi lebih dari 4 kali setiap hari, dengan selang waktu istirahat tidak boleh kurang dari 60 menit.
Peak Exposure Limit / TLV
Batas maksimum konsentrasi suatu zat yang dianggap tidak akan mempengaruhi kondisi seseorang (aman) yang secara analitis dapat dipraktekkan, yaitu tidak melampaui 15 menit. Konsentrasi ini tidak boleh dilampaui selama paparan kerja bagi zat – zat yang dapat menyebabkan iritasi dengan segera.
Contoh Jenis gas dengan TLV -TWA, TLV-STEL
Pengenalan Gas Berbahaya dalam Ruangan Terbatas
1. H2S (Hydrogen Sulfide)
H2S adalah rumus kimia dari gas Hidrogen Sulfida yang terbentuk dari 2 unsur Hidrogen dan 1 unsur Sulfur. Satuan ukur gas H2S adalah ppm ( part
per milion ) atau %
Sifat Fisik dari H2S (Hydrogen Sulfide)
- Berbau seperti telur busuk pada konsentrasi 0,13 – 30 ppm
- Dapat terbakar dan meledak pada konsentrasi LEL (Lower
Explosive Limit )
4.3% sampai UEL ( Upper
Explosive Limite ) 46% dengan nyala api berwarna biru pada
temperature 500 0F (260 0C)
- Berat jenis gas H2S sekitar 20 % lebih berat dari udara dengan perbandingan berat jenis H2S
: 1.189 dan berat jenis udara : 1 ( 150C
, 1 atm
- H2S dapat larut (bercampur) dengan air ( daya larut dalam air 437 ml/100 ml
air pada 0 0C;
186 ml/100 ml air pada 40 0C
).
Karakteristik gas
H2S diantaranya adalah
- Merupakan jenis gas beracun dan Tidak berwarna
- Gas yang bisa terbakar / Flammable
gas dengan nyala api biru, menghasilkan gas SO2
- Berat jenis gas H2S lebih berat dari udara, sehingga gas H2S akan cenderung terkumpul di tempat / daerah yang rendah
- H2S bersifat korosif sehingga dapat mengakibatkan karat pada peralatan logam.
Batas kontaminasi H2S
adalah nilai ambang batas yang dimaksudkan sebagai pedoman standar paparan H2S
untuk dapat bekerja dengan selamat.Menurut ACGIH , TLV-TWA
/ Threshold
Limit Value-Time Weighted Average : TLV –
TWA H2S : 10 ppm, TLV – STEL (Treshold Limit Value – Short Term Exposure Limit ) : TLV – STEL H2S : 15 PPM
American National Standards Institute (ANSI Standard
No. Z37.2 1972)
2.CH4 (Methane)
Metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus kimia CH4, Pada suhu ruangan dan tekanan standar metana adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, serta tidak beracun dan bersifat SANGAT MUDAH TERBAKAR
Metana mempunyai titik didih −161 °C (−257.8 °F) pada tekanan 1 atmosfer. Sebagai gas, metana hanya mudah terbakar bila konsentrasinya mencapai 5-15% di udara. Metana yang berbentuk cair tidak akan terbakar kecuali diberi tekanan tinggi (4-5 atmosfer).
3. C0 (Karbon Monoksida)
Carbon Monoxide dapat terbentuk pada pembakaran yang tidak sempurna dari material/bahan bakar yang mengandung carbon :Gas ini tidak berwarna, Tidak berbau, Lebih ringan dari masa jenis udara, Sangat beracun dan bersifat sangat mudah terbakar, Pengaruh hemoglobin yang ekstrim – 200 hingga 300 kali dari oksigen. Mengganti oksigen dan menyebabkan gangguan pernafasan
konsentrasi CO di dalam darah berkisar antara 0,2% sampai 1,0%, dan rata-rata sekitar 0,5%
Pengenalan Gas Berbahaya dalam Ruangan Terbatas
Bahaya Fisik Terkait dengan Pekerjaan di Ruang Terbatas
Kebisingan
NAB 85 dBA untuk paparan 8 jam terus menerus
Kebisingan lebih dibolehkan namun dalam waktu yang lebih
Setiap kenaikan 3 dBA tingkat suara, paparan waktu harus dikurangi 50%.
Pengurangan kemampuan dengar – berdampak dalam waktu yang lama
Tersedia Program Konservasi Pendengaran
Heat Stress
Sumber – Sumber Energy yang
berbahaya
Saat terdapat sumber energi berbahaya yang berpotensi mempengaruhi konsentrasi tingkat atmosphere diruang terbatas (confined space), maka proseure isolasi harus di lakukan.
Tujuannya :
Mencegah masuknya
material-material secara tidak sengaja ke dalam confine space melalui pipa, saluran udara(ventilasi), saluran pembuangan, ban berjalan
(conveyor).
Mencegah pengaktifan atau penggunaan peralatan yang dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan dan keselamatan bagi orang yang sedang berkerja didalam ruang terbatas.
Jenis – jenis Energi :Panas, Listrik , Tekanan dan Mekanikal
Pengujian Udara dalam Ruang Tertutup Harus Dilakukan:
Sebelum masuk bila ruangan kosong
Setelah diventilasi selama 10 menit (Bila ventilasi diperlukan)
Minimal setiap jam dimana ijin kerja diperlukan untuk ruang tertutup
Atau lebih kerap, bilamana kondisi atau untuk jaminan karena keraguaN
Typical Confined Space, Vertical Access/ Ruang Tertutup
Tipikal, Tempat masuk vertikal
a) Pipa pengambilan contoh
harus dapat mencapai dasar ruang terbatas (within 1 inch dari dasar)
b) Instrumen harus
mengambil contoh setiap ketinggian
c) Instrument reading:
19.5% – 23.5% O2; LEL below 0% and
½ of TLV / PEL on each level
Irregular Shaped Confined Spaced Ruang tertutup
tidak beraturan)
Teknik pengambilan
sampling sama dengan tipe tipikal. Petugas Kompeten masuk ke dalam tanki dengan
membawa instrumen untuk melakukan pengujian seluruh tempat (ruang)
Confined Space with Baffels (Ruang
tertutup dengan Penyekat) Cara sampling sama dengan tipe tipikal. Tetapi tipe seperti ini tidak
dirancang untuk dapat diventilasi degan baik, Petugas Kompeten harus memasuki setiap kompartemen setelah
dibebaskan, dan melakukan pengujian segmen berikutnya
Pendeteksian Gas Dengan Menggunakan Gas
Detektor
Detektor gas digunakan untuk mendeteksi gas atau uap dan memberikan tanda alarm jika gas/uap tersebut mencapai level tertentu atau (Early Warning)
Gas
yang umum dideteksi:
Oksigen (O2 )
Hydrogen Sulfida (H2S )
Carbon monoksida (CO)
Gas yang mudah menyala (Methane- CH4)
komponen utama : (3 Main Components)
Sensor, Pemancar (Transmitter) dan Modul kendali (Control
Module)
Kalibrasi Unit (Unit Calibration)
Kalibrasi udara murni (Fresh
Air Calibration)
Kalibrasi pengaturan posisi “nol”(Zero
Adjustment Calibration)
Kalibrasi penyesuaian jangka waktu(Span Adjustment Calibration)
Ingat: Detektor gas HARUS dikalibrasi sebelum digunakan
Alat bantu Pernafas di dalam Ruang Terbatas
Self Contained Breathing Apparatus
(SCBA)
JENIS
SCBA
1. Open
Circuit (sirkulasi terbuka)Sistem kerja SCBA Open Circuit adalah operator menghirup udara yang ada di dalam tabung bertekanan dan menghembuskan nafas keluar melalui katup yang ada pada masker, sistem ini seperti manusia bernafas dengan normal namun sumber udara bukan dari udara bebas melainkan dari udara yang telah disimpan dalam tabung bertekanan. Secara umum SCBA terdiri dari 4 bagian utama yaitu : Cylinder (tabung), Back Plat, Lung
Demand Valve (LDV), dan Full Face Mask.
2. Close Circuit (sirkulasi tertutup) SCBA type Close Circuit atau dikenal juga dengan CCBA (Close Circuit
Breathing Apparatuss). Sistem kerja dari alat ini adalah operator bernafas menggunakan udara yang ada dalam unit CCBA kemudian nafas yang mengandung CO2 dihembuskan masuk kembali kedalam alat tersebut dan diolah di absorber menjadi O2, selanjutnya O2 tersebut di hirup kembali oleh operator dan hembusan nafas masuk kembali ke alat begitu seterusnya hingga bahan kimia yang ada di dalam absorber tidak dapat lagi mengubah CO2 menjadi O2.
PERHITUNGAN
WAKTU PENGGUNAAN SCBA
Rumus pengunaan waktu SCBA sebagai berikut :Waktu penggunaan =
volume botol (liter) x preasure
(bar) / 40 liter/menit (40
liter/menit adalah kebutuhan udara
rata-rata seseorang pada saat bekerja berat) contoh : diketahui volume botol 9 liter dan tekanan 300 bar, maka = 9 x 300 / 40 =
2700 / 40 = 67,5 menit. waktu penggunaan SCBA secara optimum adalah hasil perhitungan dikurangi 10 menit sebagai waktu sebelum pemakaian masker dan 10 menit waktu cadangan, sehingga dari contoh tersebut maka waktu optimumnya adalah 47,5 menit.
Bersambung di sesi Ke 2.....
Andry Kurniawan Amd SKM (MKKK) Lead of HSE Trainer - AEJ ID 229 Australian Embassy Compound Project"Coming together is a beginning, Keeping together is progress., Working together is success“ Safety not only about knowledge and how to manage risk it’s about needed because safety is everybody business, More information : Andryzsafe@yahoo.com/ andry.kurniawan@Leighton.co.id; HP :081219662291
Tidak dilarang untuk mengcopy dan menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya. budayakan menulis karya ilmiah tanpa plagiarisme